Langsung ke konten utama

Dialog Kampret


        Ini adalah sebuah dialog yang nggak sengaja dibuat dan direncanakan. Semua jawaban dalam dialog ini bukanlah sebuah karya ilmiah yang wajib dipublikasikan. Karena itu semua hanyalah improvisasi saya menjawab pertanyaan dari member-member grub saya. Stand Up Comedy on Facebook, yang saat itu kebetulan masih sepi. Dan memang biasanya sepi.
        Lalu mengapa harus saya beri judul "Dialog Kampret"? Simak saja dialog di bawah...

Akmal   : kampretnya bisa berubah gakk.!??
Aji       : bisa, dari Kampret (anak kelelawar) menjadi Bat Boy (versi inggris)
Akmal   : haha.... bat boy? kalau bad boy?
Aji       : anak badak
Akmal   : ooh... bad boy itu anak badak,bukannya penjahat?? ooh brarti.. kalau penjahat2 yg ada di tv-tv itu di peranin oleh seorang badak
Aji       : ya, dia... dia adalah seekor badak yang lagi ngimpersonet ryan saat ryan ngimpersonet akbar
Akmal   : wah!? bisa bgtu..
Adang  : kalo bad mood itu pahlawan apa?
Aji       : dari 2 kata bad: Badak, dan mood: hoby. Jadi, bad mood adalah semacam hoby badak, berkubang, malas-malasan gitu, deh
Adang  : kalo guddey?
Aji       : gudel(kerbau kecil) dey: diary. Jadi, guddey adalah catatan harian anak kerbau
Adang  : bknnya anak kerbau itu eneng (versi sunda)
Akmal   : tadi ngebahas kampret sekarang knp jadi anak badak? kayaknya kampretnya itu bermutasi
Adang  : badak ama kampret masih sodaraan cuma beda bpk.
Akmal   : poliandri dong!? terus emak nya siapa?
Adang  : emaknya buron, tp kyknya si Aji Tofa tau tuh.
Aji       : Sesalahnya, gudel adalah hasil kampret yang bermutilasi menjadi badak...
Akmal   : waduh jd sulit bedain mana badak mana kampret!?? soalnya emaknya aja sama wkwk
Aji       : sebenarnya mudah. Bila tanduknya di atas, itulah Badak. Kalau Kampret... tanduknya... nggak punya tanduk, sih. Mudahkan?
Akmal   :....
Sebenarnya masih berlanjut. Tapi lanjutannya saya sensor. Karena dengan adanya dialog diatas, memicu sebuah cinta lokasi antara kedua pemain, kecuali Aji. Karena juga, setelah itu, Aji dipanggil admin kampret. Sama member-membernya.
Komisi 3A pun terbentuk. Tapi, mereka masih dibayang-bayangi seseorang yang mau buat komisi 4A ++.
----------------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mati di Jogjakarta beserta Alasannya

Mati di Jogjakarta , sebuah antologi cerpen karya Egha De Latoya. Masih ingat ketika di Bandung akhir tahun 2022, masuk Gramedia aku hanya berpikir bahwa perlu beli buku. Tidak tahu mau beli buku seperti apa, tapi yang jelas adalah buku fiksi. Sederhana, karena buku yang terkahir aku baca (bukan karena suatu tugas atau pekerjaan) adalah buku non fiksi, yaitu Filosofi Teras. Beberapa alasan akhirnya memutuskan untuk membeli buku ini adalah: Kecil dan tidak tebal Mungkin kata “tidak tebal” lebih tepat diganti dengan “tipis”, tapi menurutku buku ini tidak tipis-tipis banget. Ini penting karena sampai tulisan ini aku ketik, aku masih tidak percaya diri akan bisa selesai membaca buku-buku tebal. Sepaket alasan, aku pikir ukuran yang kecil akan memuat tulisan yang tidak terlalu banyak dalam setiap halamannya. Sehingga target minimal membaca 10 halaman setiap hari tidak begitu berat. Remeh banget ya hehe . Aku juga sudah berpikir bahwa buku yang aku beli akan sering masuk tas dan dibaca ...

Kisah-Kisah Kebetulan di Fargo

Bagaimana jadinya ketika bapak-bapak korban perundungan tidak sengaja curhat pada seorang pembunuh? Pembunuh itu segera memberi pelajaran pada perundung, mengajak bapak itu bangkit, dan melibatkannya dalam kasus pembunuhan lainnya.      Begitulah Serial Fargo, kata kuncinya adalah “tidak sengaja” yang akhirnya bermuara pada “kasus pembunuhan”. Serial TV ini selalu memberi gimik di awal episode, bahwa diadaptasi dari kejadian nyata, korban yang selamat namanya disamarkan dan bla-bla-bla, seolah ini berasal dari kisah nyata. Tapi terserah kalian mau percaya atau tidak. Yang jelas serial yang telah sampai season 4 ini diadaptasi dari sebuah film dengan judul yang sama “Fargo” yang rilis pada 1996. Film Fargo: latar waktu 1995 Jerry bernegosiasi dengan calon penculik ( sumber gambar )      Film ini bercerita tentang Jerry, seorang menantu resah karena bos yang juga merupakan mertuanya sering menyinggung ketidaksuksesan dirinya. Tanpa sepengetahuan istrinya, s...

PASAR JODOG

            Seperti pasar tradisional lainnya, pasar yang berada di desa Gilangharjo, Pandak, Bantul ini telah lama ada. Lokasi tepatnya: dari Pasar Bantul ke selatan, sampai di perempatan Palbapang belok ke barat. Setelah melewati SMP 1 Pandak(sekolah saya sekarang) belok ke kiri sekitar 200 meter. Sampailah di Pasar Jodog.             Perputaran uang setiap hari berlangsung di pasar ini, dari pagi sampai sekitar jam 11 siang. Tapi pasar ini lebih ramai pada hari pasaran Pon, khususnya Minggu Pon. Karena biasanya banyak anak-anak sekolah menyempatkan minggu mereka untuk berkeliling di pasar itu, mau pun hanya melihat-lihat saja.             Pada hari biasa lokasi jual beli berlangsung di dalam pasar saja, dengan sedikit toko-toko kelontong yang berjualan di pinggir-pinggir pasar. Barang yang diperjual-belikan di pas...