Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Yogyakarta

Pandemi kok Gotong Royong

     Masih kepikiran tidak sih kalau sekarang kita masih di era new normal ? Jika merasa sudah normal sih wajar, sudah lebih dari satu tahun kita menjalani kehidupan dengan istilah PSBB dan istilah lainnya yang terutama sering ditekankan ketika masa mudik atau libur panjang tiba. Sering melihat peta kabupaten dan kapanewon muncul di linimasa status WhatsApp ataupun media sosial lain, lengkap dihiasi warna merah, oren, dan hijau. Setiap tempat memunculkan keran-keran air untuk cuci tangan, kampung-kampung punya portal, himbauan memakai masker, menaati protokol kesehatan dari 3M sampai sekarang menjadi 5M.      Jika merasa sudah normal, tentu memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan sudah menjadi kebiasaan, dong. Seperti halnya kita terbiasa memakai helm ketika mengendarai motor. Selain helm, sekarang ketika berkendara kita juga harus memakai masker. Jadi, masa sih ada yang naik sepeda motor tanpa memakai helm, tidak pakai masker, masih sambi...

FKY 30

Aku sekolah di Jogja sejak SMA sederajat, STM. Tapi baru dua tahun yang lalu, kali pertama ku datang ke FKY, Festival Kesenian Yogyakarta. FKY 28. Aku kurang tertarik dengan pasar malam. Pilihanku pas STM kalau mau berkegiatan malam di Jogja, ya pulang dulu ke Bantul terus ke Jogja lagi. Atau ku pikir lebih males lagi ke FKY gak usah pulang, tapi pakai seragam STM, tas isi laptop dan yang paling males adalah rambut 121. Multimedia kok cetak’an... Awh, dah lah ya, pilihanku juga, sekolah di STM. FKY 28 itu di Condong Catur, Sleman. Ku pergi ke sana, dengan teman maba. Aku sudah bukan civitas akademika STM lagi. Tapi tetap, rambutku masih tilas 121. Ku pikir bukan tentang bangga “aku alumni STM”, tapi aku menyikapi aturan Ospek terlalu kaku. Efek STM... FKY 29 itu di Pyramid, Jalan Parangtritis. Bantul, bung. Tapi aku tidak menyempatkan mampir ke sana. Karena apa? Rahasia... J Kembali ke FKY 30. Jumat, 27 Juli. Kawan kuncen UKMP sepakat berangkat ke FKY setelah Maghrib, wal...

Notulensi Temu Dlogog

Sabtu, 21 Juli 2018. Aku renang di siang hari. Entah apa motivasiku, menjelang sore harinya, ku datang ke sekre UKMP. Ya, aku hanya berpikir hari itu ku perlu datang karena Minggunya aku tidak bisa ke sana. Ya, sepi, maklumlah. Beberapa orang mulai muncul, dan pergi lagi. Ya, sepi, maklumlah. Sampai akhirnya Kang Has cerita kalau helm-nya sore ini hilang. Hmmm... aku kaget, dengan kagetku yang biasa saja. Karena kulihat dia biasa saja, alhamdulillah . Walau jika aku yang mengalami kehilangan helm, walau pun aku tidak terlalu kaget, mungkin aku bakal panik. Dan dia akan peduli. Tapi untungnya (kupikir) dia cukup terlatih dalam mengalami masalah, tidak butuh waktu lama ia menemukan solusi untuk membeli helm baru. Bersamaan dengan kepanikan yang santai itu, sebuah grup WA mulai membuatku kepikiran. Owh iya, malam ini ada rencana ketemu bareng kawan-kawan kelas di STM. Mereka ngajak ketemu jam 19.00. Awh, kupikir juga bakal molor. Dan, ya... pikirku membantu Kang Has -meminjaminya ...

Urip iku Urup

Merupakan salah satu kalimat yang mulai kukenal dan sukai kurang lebih sejak aku semester 2. Aku kurang begitu paham tentang siapa yang mencetuskan kutipan keren ini, mungkin suatu saat kalau ada koneksi internet dan ingat bakal aku cari. Seingatku, aku suka kalimat ini setelah sedikit mempelajari tentang teori sosial Fungsional Struktural. Bahwa intinya “aku hidup jika aku memiliki peran (fungsi) di lingkunganku hidup”. Peran atau fungsi di sini bukan saja berarti peran sebagai orang baik atau pun pekerjaan dan perilaku baik lain yang bermanfaat bagi masyarakat. Tapi juga bisa berarti peran buruk yang sebenarnya juga menghidupkan suasana di masyarakat. Sosial. Ya tentu, seharusnya dengan pendidikan (karakter) sekarang, paling tidak kita tahu seperti apa peran yang baik dan perlu kita pilih untuk laksanakan. Sampai sini semoga sudah tahu maksud saya. Tapi santai, ini sekadar sudut pandang dan pengertianku tentang Fungsional Struktural yang menurutku baru dikit. Jadi kalau ad...

Kuliah atau Kerja Jik 0.2

Ya, benar. Saya tidak lolos SNMPTN. Tapi ya memang tidak berharap banyak, sih. Oiya,  ketika tulisan ini aku buat, ternyata sudah lebih setahun dari tulisan yang pertama. Jadi mungkin bakal ada timeline yang kacau. Maaf. Televisi ISI. Saya masih ingat bahwa saya adalah seorang siswa jurusan Multimedia. Tidak tahu banyak atau sedikit, tapi saya tertarik dengan beberapa kakak kelas saya yang melanjutkan pendidikan di unversitas yang ada seni-seninya gitu. ISI. Walau sudah lama saya suka menggambar, setelah masuk STM dan lihat berbagai hasil gambar orang lain, ya... saya minder dan merasa sadar tidak akan bisa bertahan hidup di dunia pergambaran. Jadilah saya tidak memilih DKV ISI. Saya pun menaruh ketertarikan pada jurusan Televisi, karena memang saya tertarik di bidang video atau audio visual. Saya pikir, saya tepat untuk memilih jurusan Televisi. Akhirnya saya tanya-tanya ke kakak kelas saya tentang kapan pendaftaran mahasiswa baru ISI dibuka. Saya pantau terus berbagai laman ya...

FKY 28 ku

 Kalau gak salah seperti biasa, atau cuma tahun lalu, FKY diadakan di Taman Kuliner Condongcatur. Sebenarnya gak cuma di ConCat saja, FKY tahun ini juga tersebar di berbagai tempat di DIY. Kalau gak salah di sekitar Malioboro, Taman Budaya, jembatan timur Jl. AM Sangaji, dsb.  Terus FKY itu apa? Masih ada aja orang DIY yang belum tau apa itu FKY, termasuk temenku. Entah memang gak tau atau memang ingin menjerumuskan, beberapa temen mencoba menjabarkan apa itu FKY, salah satunya menyebut sebagai Forum Kota Yogya. Kan kesannya FKY kurang asyik. Setahuku sih FKY itu singkatan dari Festival Kesenian Yogyakarta.  MM1. Acara yang dimulai akhir Agustus ini, berbarengan dengan pekan OSPEK-ku. Jadi sebelum OSPEK selesai, cepat-cepat aku mengajak teman MM1 SMK-ku ke FKY Malam Minggu. Itung-itung reunian. Ajakanku direspon dengan baik, beberapa teman siap ikut. Sayangnya... Hari Sabtu ternyata aku disuruh ikut Rapat Masjid. Secara prinsipku saat itu, aku tidak ingin membatalkan ...