Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label buku

Mati di Jogjakarta beserta Alasannya

Mati di Jogjakarta , sebuah antologi cerpen karya Egha De Latoya. Masih ingat ketika di Bandung akhir tahun 2022, masuk Gramedia aku hanya berpikir bahwa perlu beli buku. Tidak tahu mau beli buku seperti apa, tapi yang jelas adalah buku fiksi. Sederhana, karena buku yang terkahir aku baca (bukan karena suatu tugas atau pekerjaan) adalah buku non fiksi, yaitu Filosofi Teras. Beberapa alasan akhirnya memutuskan untuk membeli buku ini adalah: Kecil dan tidak tebal Mungkin kata “tidak tebal” lebih tepat diganti dengan “tipis”, tapi menurutku buku ini tidak tipis-tipis banget. Ini penting karena sampai tulisan ini aku ketik, aku masih tidak percaya diri akan bisa selesai membaca buku-buku tebal. Sepaket alasan, aku pikir ukuran yang kecil akan memuat tulisan yang tidak terlalu banyak dalam setiap halamannya. Sehingga target minimal membaca 10 halaman setiap hari tidak begitu berat. Remeh banget ya hehe . Aku juga sudah berpikir bahwa buku yang aku beli akan sering masuk tas dan dibaca ...

Menemukan Cara Menemukan Makna Hidup

Man’s Search for Meaning, buku kedua yang aku ambil dari rak adikku setahun ini, yang pertama adalah Filosofi Teras. Bukan sebuah kesengajaan, karena aku pikir buku tersebut akan sering masuk ke dalam tas, dibaca di kereta, yang intinya aku tidak ingin memberatkan beban bawaan dan beban bacaan. Buku karya Viktor E. Frankl, seorang psikiater, yang menceritakan pengalaman dirinya sebagai tawanan di kamp konsentrasi Nazi saat Perang Dunia II. begitu jelas Frankl merefleksikan berbagai kejadian yang ia lihat dan alami. Semua kejadian itu memperkuat konsepnya terkait logoterapi, motivasi utama manusia untuk menemukan makna hidup. Bagaimana jelasnya, silakan cari tahu sendiri (karena aku juga lupa), tapi berikut beberapa hal yang aku ingat dari buku ini: Sosok Viktor E. Frankl kalau tidak salah pernah muncul dalam buku Filosofi Teras sebagai contoh manusia yang stoik. Bagaimana dia tetap dapat mengelola kesadaran dan emosinya di tempat yang semengerikan itu. Ternyata ketidaksengajaanku su...

Inspirasi 4 Musim

Selamat Terinspirasi dari 4 Musim Abstrak Buku: Inspirasi 4 Musim Peringatan, ini akan menjadi review yang ekstrinsik. Buku ini merupakan salah satu karya I Made Andi Arsana, dosen UGM yang ahli dalam ilmu perbatasan negara, atau apa lah itu. Jika dipikirkan dari judul, kupikir 4 musim bakal mengarah pada Eropa. Ternyata tidak, banyak bagian dari buku ini yang bercerita tentang Australia. Aku dapat buku ini ketika acara UKM Penelitian di akhir 2018, tepatnya aku beli sih, lebih tepatnya aku dibeliin. Saat itu ada dua buku yang ditawarkan; Rahasia Beasiswa Australia sama buku ini. Ku pikir aku saat itu lebih membutuhkan inspirasi untuk punya keinginan ke luar negeri, dari pada dapat beasiswa ke Australia. Jadilah, aku pilih buku ini. Banyak hal yang bisa didapat dari buku ini; pelajaran moral, tips public speaking sampai mengoptimalkan peluang yang ada. Hampir semua yang ada menceritakan luar negeri, tapi Pak Andi dengan sederhana membantu kita mengingat dan membandingkan apa ya...

The Sherlockian

Pengalaman membaca buku, subjektif J The Sherlockian , Memburu Pengakuan Rahasia Conan Doyle, merupakan sebuah buku yang ditulis oleh Graham Moore yang terbit pada tahun 2010. Tapi untuk versi bahasa Indonesia, buku ini diterbitkan oleh Bukune pada tahun 2013. Aku pribadi membeli buku ini sekitar setahun yang lalu, 2017. Memang saat itu aku sedang mengikuti Serial TV ‘Sherlock Holmes’ yang awalnya aku tahu cerita detektif yang deduktif ini melalui film-filmnya. Walau jujur, dulu aku   seperti butuh usaha yang lebih untuk benar-benar menikmati film Sherlock Holmes. Ya, semenjak aku jadi mahasiswa Teknologi Pendidikan. Menonton Sherlock Holmes itu bisa menghadirkan pengalaman mengesalkan –mengesankan- tersendiri. Di kuliah, aku dikenalkan dengan model pembelajaran memorization atau mnemonik, intinya tentang seni menghapal, yang mana di dalamnya juga ada cabang yang disebut sebagai Memory Palace . Kalau yang ngikutin Sherlock pasti tahulah istilah tersebut, yang kurang ...