Langsung ke konten utama

Pidato Bahaya Rokok

Akhir-akhir ini, guru saya memberi saya tugas membuat pidato... dan inilah pidato saya, bray...Semoga bermanfaat, ya... SurdErs


Menyusun Teks Pidato

Tema   : Kesehatan

Judul   :

Bahaya Merokok


            Assalammualaikum Wr. Wb.

            Ibu Guru yang saya hormati dan teman-teman yang saya banggakan.

            Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan pada kita berkah dan karunianya. Sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dengan keadaan sehat walafiat.

            Tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Guru yang telah member kesempatan pada saya. Serta teman-teman sekalian yangtelah berkenan mendengarkan pidato dari saya.

            Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan sedikit pidato tentang “Bahaya Merokok”.

            Seperti yang telah teman-teman ketahui bahwa rokok mengandung nikotin. Zat yang lebih berbahaya dari pada kokain, heroin mau pun alcohol jika dilihat dari sisi ketergantungannya. Bahkan kandungan nikotin dalam 4 sampai 5 batang rokok dapat membunuh seorang dewasa jika dikonsumsi seluruhnya.

            Merokok bukanlah aktivitas yang keren. Sebaliknya, merokok lebih condong pada cara berpikir dan perilaku bodoh. Melakukan aktivitas tanpa manfaat dengan mengeluarkan biaya, bahkan membahayakan kesehatan diri sendiri sebagai perokok aktif, mau pun orang di sekitar kita sebagai perokok pasif.

            Tidak seperti di Indonesia. Di luar negeri ¾ dari bungkus rokok berisi tentang larangan merokok beserta gambar orang yang terkena dampaknya, dan merek hanya ditampilkan dengan unkuran kecil saja.

            “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN/JANIN.”

            Itulah kalimat peringatan yang ada pada bungkus rokok di Indonesia. Bertele-tele, tanpa ilustrasi, tentu saja tidak efektif. Kalau perlu diganti saja seperti ini.

            “MEROKOK MEMPERCEPAT KEMATIAN. LALU KAPAN GILIRAN ANDA?”

            Oleh sebab itu, saya berharap khususnya pada teman-teman semua agar menjauhi sumber nikotin yang juga ikut berpartisipasi dalam pencemaran lingkungan. Karena, jujur saya tidak suka lingkungan dan orang di sekitar saya rusak, hanya dengan sebab rokok. Itu tidak keren.

            Demikian sedikit pidato yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat diambil hikmahnya. Ada kurang, lebih dan menyinggung saya minta maaf.

            Wassalammualaikum Wr. Wb.

Mungkin cuma itu saja, yang bisa saya sampaikan pada kalian. Semoga bermanfaat bagi AbsurdErs... #kalau guru anda bingung, paragraph ini bukan bagian pidato diatas, bray

Komentar

  1. Koment aja... nggak usah malu-malu-in saya

    BalasHapus
  2. Tolong klo ada yng lebih singkat lagi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Owh, iya sih bisa dipersingkat. Itu dulu kalimat masih bertele-tele. Tapi cukup lah ya buat menghabiskan waktu di depan kelas... hehe

      Hapus
  3. Buat yang lebih singkat lagi dan yang lucu lagi kakak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenakalan Remaja [Teks Eksplanasi]

            Berikut ini teks eksplanasi pertama yang saya buat sebagai tugas Bahasa Indonesia. Sebelumnya saya minta maaf jika ada kesalahan di teks eksplanasi ini. Kenakalan Remaja             Remaja adalah setiap orang yang sedang berada antara jenjang SMP sampai SMA. Bisa diartikan antara umur 13 sampai 18 tahun. Saat remaja itulah, setiap orang ingin belajar, mencontoh, mencoba hal baru, mengekspresikan jiwanya untuk mencari jati diri mereka.             Sayangnya, tidak sedikit dari mereka yang terlibat pada kasus kenakalan remaja. Kenakalan remaja merupakan suatu perilaku menyimpang (dalam artian negatif) yang dilakukan oleh remaja. Tidak jarang dari mereka yang bangga telah melakukan perilaku negatif tersebut.             Banyak hal yang tergolong dalam kasus kenakan rema...

Mati di Jogjakarta beserta Alasannya

Mati di Jogjakarta , sebuah antologi cerpen karya Egha De Latoya. Masih ingat ketika di Bandung akhir tahun 2022, masuk Gramedia aku hanya berpikir bahwa perlu beli buku. Tidak tahu mau beli buku seperti apa, tapi yang jelas adalah buku fiksi. Sederhana, karena buku yang terkahir aku baca (bukan karena suatu tugas atau pekerjaan) adalah buku non fiksi, yaitu Filosofi Teras. Beberapa alasan akhirnya memutuskan untuk membeli buku ini adalah: Kecil dan tidak tebal Mungkin kata “tidak tebal” lebih tepat diganti dengan “tipis”, tapi menurutku buku ini tidak tipis-tipis banget. Ini penting karena sampai tulisan ini aku ketik, aku masih tidak percaya diri akan bisa selesai membaca buku-buku tebal. Sepaket alasan, aku pikir ukuran yang kecil akan memuat tulisan yang tidak terlalu banyak dalam setiap halamannya. Sehingga target minimal membaca 10 halaman setiap hari tidak begitu berat. Remeh banget ya hehe . Aku juga sudah berpikir bahwa buku yang aku beli akan sering masuk tas dan dibaca ...